Sorong – Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sorong menyelenggarakan Workshop Redesain Kurikulum Berbasis Outcome-Based Education (OBE) yang berlangsung pada 23–26 Juni 2025 di Lantai II Gedung Perpustakaan IAIN Sorong. Kegiatan ini diikuti oleh pimpinan institut, pimpinan fakultas, ketua jurusan, koordinator program studi, dosen, serta melibatkan mahasiswa, alumni, dan perwakilan pemangku kepentingan eksternal sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu kurikulum berbasis capaian pembelajaran.
Workshop dibuka secara resmi oleh Pelaksana Harian Rektor IAIN Sorong, Dr. Sudirman, M.HI. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa pengembangan kurikulum harus berorientasi pada kompetensi lulusan yang sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, kebutuhan masyarakat, serta tuntutan dunia kerja.

“Kurikulum yang disusun dengan pendekatan Outcome-Based Education menuntut kita tidak hanya berfokus pada proses pembelajaran, tetapi juga pada capaian pembelajaran mahasiswa sehingga mampu menghasilkan lulusan yang kompeten, relevan, dan siap bersaing secara global,” ujarnya.
Workshop menghadirkan Roni Ismail, pakar pengembangan kurikulum dari Yogyakarta, sebagai narasumber utama. Selama empat hari, peserta memperoleh pendampingan mengenai penyusunan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK), penyelarasan Rencana Pembelajaran Semester (RPS), strategi asesmen berbasis OBE, serta penyusunan dokumen kurikulum yang selaras dengan Standar Nasional Pendidikan Tinggi.

Bagi Program Studi Tadris Bahasa Inggris Fakultas Tarbiyah, kegiatan ini menjadi bagian penting dalam pelaksanaan evaluasi kurikulum secara makro yang dilakukan secara berkala. Melalui forum ini, Prodi TBI melakukan peninjauan kembali terhadap profil lulusan, CPL, struktur kurikulum, bahan kajian, serta keselarasan kurikulum dengan visi keilmuan program studi, perkembangan IPTEKS, literasi digital, pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam pembelajaran, kebutuhan masyarakat Papua Barat Daya, serta tuntutan Industri, Dunia Usaha, dan Dunia Kerja (IDUKA).
Selain dosen dan pimpinan fakultas, proses evaluasi juga memperoleh masukan dari mahasiswa, alumni, pengguna lulusan, sekolah mitra, dan praktisi pendidikan hasil dari Tracer Study yang rutin dilakukan. Berbagai rekomendasi yang dihasilkan mencakup penguatan pembelajaran berbasis proyek (Project-Based Learning), peningkatan integrasi teknologi digital dan AI dalam pembelajaran Bahasa Inggris, penyempurnaan asesmen berbasis Outcome-Based Education, serta penyesuaian mata kuliah dengan kebutuhan dunia kerja.
Ketua Program Studi Tadris Bahasa Inggris, Miftahulfadlik Dabamona, menyampaikan bahwa hasil workshop akan menjadi dasar dalam penyempurnaan dokumen kurikulum dan implementasi pembelajaran di lingkungan program studi.

“Kami berkomitmen agar evaluasi kurikulum tidak berhenti pada penyusunan dokumen, tetapi benar-benar diimplementasikan melalui pembaruan RPS, bahan ajar, strategi pembelajaran, serta sistem asesmen sehingga lulusan Prodi TBI semakin adaptif terhadap perkembangan global dan kebutuhan masyarakat,” ungkapnya.
Seluruh rangkaian kegiatan didokumentasikan melalui berita acara, daftar hadir peserta, materi narasumber, dokumentasi foto dan video, notulen diskusi, serta rekomendasi hasil workshop yang selanjutnya menjadi dasar penyusunan tindak lanjut pengembangan kurikulum di tingkat program studi dan fakultas.

Workshop ini merupakan bagian dari strategi LPM IAIN Sorong dalam memperkuat budaya mutu akademik sekaligus mendukung peningkatan kualitas kurikulum dan akreditasi program studi melalui implementasi Outcome-Based Education secara berkelanjutan.